Sabtu, 01 Juni 2013

Minggu Tenang

Minggu depan minggu tenang, dua minggu setelahnya ada UAS, kemudian KL bayat, diteruskan EGR dan terakhir ada KL Mandiri… Dosen pembimbingku? Pak Budianto Toha, the most expert stratigrapher in Indonesia (ASEAN juga kayaknya). Coba aja baca CV nya..

FIGHT! FIGHT! FIGHT!

  1. Aku harus memastikan nilai-nilai UAS ku aman semua, semuanya harus A dan mendapatkan IP 4 semester ini.
  1. Remedial geokimia harus maksimal, jangan buang-buang duit dan uang-buang waktu!
  1. KL? Musti serius. Aku sudah dikasih dosen yang sangat hebat. Ingat, Mahasiswa Hebat adalah Mahasiswa yang berhasil dididik oleh Dosen yang hebat dengan cara yang hebat! Bukan dosen BIASA dengan cara yang BIASA-BIASA saja!
  1. Target nilai KL? "A"

So, what I want to do?
BELAJAR! BELAJAR! BELAJAR!

Ya, minggu tenang ini adalah giliranku untuk belajar dengan tenang, giliranku membaca buku-buku dengan tenang dan giliranku mempersiapkan diri dengan tenang. Tidak seperti selama semester kemaren yang dipenuhi dengan kesibukan-kesibukan diluar akademik. Jangan sebutin satu persatu, kebanyakan,,, iyalah, namanya juga aktipis,, hehe..

Perpustakaan? Ya, itu adalah tempatku selama satu minggu atau mungkin 3 minggu ke depan. Karena,jujur aja kemarin-kemarin itu aku banyak pinjem buku bagus tapi ngga ada yang aku baca secara serius, hanya pemenuhan kewajiban saja. Nah minggu depan gilirannya bergumul dengan buku-buku. Semua buku dasar geologi, buat persiapan UAS dan KL Bro!!

Backpacking? Hm,,, kalo boleh jujur sih hasrat backpackingku udah tak tertahankan lagi, aku pengen jalan-jalan lagi, pengen melakukan perjalanan yang sangat jauh,,,, Tapi,  dana dan waktunya juga ngga ada euy,, so, tahan dulu lah hasratnya, aku harus tentuin SKALA PRIORITAS dan musti bisa BERKORBAN, itulah yang namanya PERJUANGAN Bung!!

Ramadhan? Ya, KL kali ini dilaksanakan di bulan Ramadhan. Bayangin, aku harus ngambil data lapangan dalam kondisi panas terik dan berpuasa…  Justru itulah yang waktu yang tepat untuk aku berperang meghadapi fase-fase puncak di Geologi. Bukannya zaman dulu juga Rasulullah SAW melakukan peperangan paling penting di bulan Ramadhan ya? Bukannya Indonesia merdeka juga di bulan Ramadhan ya? So, bagiku ramadahn adalah time to FIGHT!!

Oya, satu lagi, mulai sekarang aku bakal mulai melatih menyusun catatan dengan rapi, catatan lapangan maupun catatan dari bacaan. Karena, seorang saintis itu salah satu kriterianya adalah "kuat" catatannya dan bisa dipertanggungjawabkan.


Allahumma yasissir wa laa tu'assir. Aamiin.

Rabu, 06 Februari 2013

Fall Down

Bismillah..

        Jumpa lagi kawan.. apakabar? dah lama yah aku ngga nulis lagi di Blog ini. Blog yang kata orang isinya cuman Batu doang... padahal engga :p
Mungkin ini tulisan pertamaku di tahun 2013. Dan aku pastikan bakal ada banyak tulisan lagi setelah terbitnya tulisan ini. Apalagi aku punya utang tulisan tentang perjalananku ke Lombok, pengalaman keliling Sumatera Barat bersama IndonesiaMotiv, dan lain-lain. Pokoknya, mulai saat ini semua pengalamanku, pemikiranku, cita-citaku dan semua yang aku rasakan bakalan aku tuliskan di Blog ini. INGAT ITU!!

okelah,
       Tulisan di awal tahun 2013 ini bakal aku mulai dengan hal yang paling ngga mengenakan buat aku. Hal yang sebenernya udah aku prediksi dapat terjadi, namun aku belum siap untuk menerimanya. Hal yang menjadikan hari pertamaku masuk kampus di semester 4 ini menjadi sangat "Luar Biasa". Hal yang dulunya aku sepelekan, tapi sekarang benar-benar terjadi. Tapi hal itu semakin memacuku untuk berubah! ya, berubah dari gelap menjadi terang, dari mendung menjadi cerah, dari batuan sedimen yang tererosi menjadi batuan Metamorf yang sangat indah (Tuh kan Batu lagi -__-")
       Hal itu adalah.. turunnya "biji-biji" ku (Bhs Jawa, Biji = Nilai). Dari 9 mata kuliah yang aku ikuti, hanya 3 MatKul yang mendapatkan biji 'Apik. Selebihnya adalah biji 'Biasa-bisa aja bagiku. Nah, karena banyak yang 'Biasa itu akhirnya IP ku menjadi 'Biasa-biasa aja... padahal targetku menjadi Luar Biasa... Pokokna, jauh pisan dari IP 2semester kemaren..
       Tapi yang paling Memilukan dan sangat Memalukan adalah munculnya biji 'Cocote di Kartu Hasil Studiku.. nilai tersebut muncul pada MatKul yang berhubungan dengan Kimia, pelajaran yang semenjak semester pertama ngga pernah dapat nilai lebih bagus dari nilai-nilai lainnya. Padahal, pada waktu ujian aku bisa ngerjain,, kok nilainya malah anCurr,,,? Cocote puol pokok'e.. -___-"
         Bagaimanapun, jatuhnya biji-bijiku pasti ngga terlepas dari apa yang telah aku lakukan di semester kemaren. Apa yang aku lempar, itulah yang bakal jatuh. Mungkin itu istilahnya. Banyak sekali faktor yang membuat biji-bijianku jatuh. Ada angin, gempa bumi, banjir, tsunami, dll.. :D (Error nih -___-")
Coba ya aku sebutin satu-satu...
1. Tidur di Kelas (pada semua MatKul, malahn sampai ketahuan dosen..)
2. Datang telat mulu (Alasannya sih asrama jauh dari kampus, tapi kan tinggal di asrama udah menjadi pilihan terbaikku)
3. Menyepelekan mata kuliah dan ujian (Masa pas musim Ujian malah baca Novel tebel)
4. Ngumpulin tugas dan laporan praktikum ngga serius (Aku kira, ini pasti faktor utama yang menyebabkan biji MO ku ngga sesuai target)
5. Kurang diskusi di Kelas (Ini dia! harusnya di kelas itu diskusi dengan dosen mengenai apa yang udah disampaikan dan udah dibaca, jangan malah tidur!)
Yang paling serius adalah, Keberkahan Ilmu yang dulu sering aku rasakan kini entah kemana... aku sendiri yang bikin si Ibu Barokah itu pergi.. tahajud jarang lah, maen mulu lah, solat kadang telat dan bablas lah, ngga pernah ikut kajian lah, STMJ lah, dll....

Meskipun begitu, di semester kemaren, banyak sekali hal yang aku lakukan, banyak pengalaman baru aku dapatkan, dan banyak juga pelajaran yang aku dapatkan. Dan kejatuhan ini adalah resiko yang dari awal sudah aku sadari..


Yang bisa dipastikan, IP ku semester ini adalah IP TerPaling Rendah yang harus aku rasakan dan musti aku perbaiki..

So, What Next?

"Bukankah untuk bangkit kita harus merasakan jatuh terlebih dahulu?"

kumlotkumlotkumlotkumlotkumlotkumlotkumlotkumlotkumlotkumlotkumlotkumlotkumlotkumlotkumlot

Senin, 26 November 2012

Puncak Gunung, ?.

Kawan, jika kamu ditanya bagaimana cara terbaik untuk mencapai suatu puncak gunung yang tinggi, kamu bakal jawab apa?
1. mendakinya dengan sepenuh hati walau berbagai halangan dan rintangan menghadang?
2. naik sepeda gunung? motor gunung? mobil gunung?
3. naik helikopter?
4. memodifikasi sepeda gunung supaya bisa berjalan di tebing yang terjal, melewati lumpur yang becek, dan menembus batu yang keras?

#apa itu kreatipitas?
apakah sebanyak apa jawaban yang kita buat atas pertanyaan di atas?
apakah se-ekstrem ide yang kita ucapkan untuk menyelesaikan masalah naik gunung?
ataukah se-rasional mungkin sesuai kemampuan kita?

Rabu, 07 November 2012

Apakah Batu Ini akan Tetap Bisu?

Bismillahirrahmanirrahim,,,

Ayo kita Mulai Menulis lagi! Satu tahun telah dilewati tanpa tulisan-tulisan di Blog. Jangan jadikan pengalaman dahsyat di tahun ini berlalu begitu saja, tanpa ada bukti otentik lewat tulisan. Jangan jadikan batu ini terus-terusan membisu, jangan jadikan hidup ini tanpa cerita..
Kita niatkan, menulis minimal seminggu dua kali, sependek apapun tulisan itu, sepanjang apapun cerita di dalamnya...

Let's Fight!

"Pengalaman adalah Ilmu, Ilmu adalah binatang buruan, dan tulisan adalah pengikatnya!" (pepatah arab dengan sedikit modipikasi)

Kamis, 17 November 2011

Pesantren, Solusi Pendidikan Bangsa yang Berkarakter

 
Sejak zaman penjajahan dan penindasan oleh Belanda maupun Jepang, pesantren memegang peranan yang sangat penting untuk mengusir para penjajah. Para santri dan kiai tak kenal lelah, meskipun tanpa senjata, berjuang memerangi kolonialisme para penjajah. Senjata yang palng ampuh dan paling ditakuti Belanda waktu itu adalah spirit keislaman yang didalamnya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme yang sesungguhnya.



Begitu banyak contoh perjuangan para santri dan kiai mengusir penjajah. Satu diantaranya adalah perjuangan melawan penjajahan Jepang yang dilakukan oleh K.H. Zaenal Mustofa dan para santrinya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Masalah utama perlawanan kepada Jepang tersebut adalah peraturan penjajahan Jepang yang mewajibkan seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan gerakan menunduk ke arah timur pada pagi hari, seperti yang sering dilakukan oleh para pemeluk agama Shinto (Penyembah Dewa Mataharii) di Jepang. Ajaran tersebut tentulah bertentangan dengan ajaran agama Islam maupun nilai-nilai kebudayaan bangsa Indonesia sejak dulu.
Pendidikan karakter dan pendidikan berkarakter yang diajarkan para kiai kepada santrinya menjadikan mereka tidak takut mengusir para penjajah, baik itu secaara fisik maupun secara psikis. Nabi Muhammad SAW yang dijadikan uswah atau suri tauladan dalam kehidupan mereka, bukan para tokoh maupun artis dari Barat, memberikan mereka karakter yang kuat dan tidak akan pernah ketinggalan zaman. Sehingga, sampai kapan pun mereka hidup, mereka dapat menghadapi kerasnya kehidupan pada zaman penjajahan maupun setelah penjajahan. Sudah sepatutnyalah kita sekarang ini, dengan begitu banyak tekanan dari asing memiliki generasi muda yang berkarakter. Mereka harus bisa mempertahankan agama dan keyakinan mereka, juga mau berjuang untuk negaranya. Dan sejak dulu sampai sekarang, pesantrenlah yang menjadi garda depan pendidikan berkarakter di negara kita.
Mahasiswa sebagai Agent of Change
Mahasiswa memegang peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya perubahan yang terjadi di Indonesia berawal dari aksi mahasiswa yang turun kejalan, maupun aksi-aksi damai tanpa menginjakkan kaki di jalanan. Tuntutan reformasi yang digaungkan oleh mahasiswa, sampai menduduki gedung DPR, memberikan perubahan yang sangat besar bagi kehidupan bernegara di negeri kita. KKN yang saat itu merajalela, yang banyak dilakukan oleh presiden maupun para pejabat saat itu, sedakit banyak berhasil diberantas. Bapak Soeharto yang saat itu menjabat sebagai presiden berhasil dilengserkan dan  diganti dengan presiden baru yang membaw angin segar terhadap reformasi Indonesia.
Setelah waktu bergulir cukup lama, hasil dari reformasi tersebut hanya sedikit kita rasakan. Para presiden yang menjabat menjadi kepala negara dan pemerintahan di Indonesia tidak meneruskan apa yang diinginkan dan dicita-citakan para pejuang reformasi pada tahun 1998. Banyak dari para pemimpin bangsa ini melakukan kejahatan yang lebih besar dan lebih kejam daripada yang dilakukan para pendahulnya sebelum reformasi. Korupsi yang begitu mengakar dan permainan media massa yang mempermainkan opini rakyat Indonesia menjadikan bangsa kita tidak memiliki karakter yang jelas.
Disinilah para mahasiswa harus banyak berperan. Sebagai kaum intelektual dan agent of change di Indonesia, para mahasiswa memiliki kesempatan yang sangat luas. Karakter dan idealism yang dimiliki para mahasiswa harusnya bisa ditularkan kepada segenap rakyat di negri ini. Jika para mahasiswa memiliki karakter, mampu berpikir kritis serta bernyali, tentulah perubahan yang baik akan segera terjadi di neri ini. Dari dahulu hingga sekkarang, para pemimpin negri ini sangat ketakutan jika melihat para mahasiswa yang berpikir jernih dan kritis.